Aura
Kecantikan Wanita Di Balik Balutan Jilbab
Wanita dicipta sebagai sosok yang
begitu indah dan mempesona, yang mempunyai daya tarik dibanding seorang
laki-laki. Diakui atau tidak, setiap wanita mempunyai daya tarik tersendiri
bagi lawan jenisnya, baik itu wanita yang secara fisik benar-benar cantik
maupun kecantikan yang ditimbulkan dari sisi pesona yang lain, innerbeauty
yaitu kecantikan dari dalam, kecantikan dari indahnya hati.
Karena fitrah wanita yang indah
itulah maka seseorang wanita hendaknya menjaga diri, dari hal-hal yang merusak
keindahan yang dimiliki. Tidak hanya kendahan tubuh yang harus dijaga, tetapi
keindahan akhlakpun tidak kalah pentingnya untuk dijaga dan diperhatikan.
Keindahan tubuh dapat dilakukan dengan melindungi tubuh wanita dari hal-hal
yang membahayakan keselamatannya yakni dari orang-orang yang tidak berhak untuk
memandang dan apalagi dari orang-orang yang tak bertanggung jawab. Ya! Tubuh
wanita yang indah itu harus dilindungi, bagaimana cara melindunginya??? Tidak
cukup hanya dengan menjaga denga make-up, tapi lebih dari itu. Ketika merawat
keindahan wajah dan tubuh hanya dengan make-up saja,itu maih berbahaya bahkan
lebih membahayakan. Wanita bias bias melindungi kecantikan wajah dan keindahan
tubuhnya dengan jilbab yang membalut seluruh tubuhnya kecuali muka dan telapak
tangan. Kenapa harus dengan berjilbab? Karena dengan jilbab itulah tubuh wanita
yang indah tidak bias dinikmati dan dilihat oleh semua orang, karena keindahan
itu mahal, hanya orang-orangtertentu saja yang bias mendapatkannya.
Begitupunnilai dari tubuh wanita itu juga sangat mahal, karena itu Islam begitu
memuliakan kaum wanita. Jelas sekali dalam Al-Qur’an diterangkan akan kewajiban
untuk menutup aurat yakni dalam QS. Al Ahzab; 59 yang artinya :
“
Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan
istri-istri yang mukmin : “ hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya keseluruh
tubuhnya ”. yang demikian supaya mereka lebih mudah untuk diketahui karena
mereka itu tidak diganggu.
Dan Allah yang
sangat majemuk. Dari anggapan itu menyebabkan jilbab dipandang tidak lazim jika
digunakan oleh muslimah Indonesia, sehingga pengguna jilbab pada saat itu
secara kuantitas masih sangat sedikit jumlahnya. Selain itu jilbab juga
dipandang sebagai pakaian kuno yang tidak sesuai dengan perkembangan zaman
modern pada saat ini. Dengan berjilbab memberikan kesan pada pemakainya sebagai
individu yang terbelakang, baik itu dalam pergaulan maupun dalam akses
informasi dan pengetahuan semakin berkembang saat ini. Jilbab juga dipandang
sebagai pakaian yang dapat mengungkung dan membatasi gerak serta aktifitas
individu yang menggunakannya.
Akan tetapi di era reformasi saat
ini, kondisi masyarakat sudah banyak mengalami perubahan. Salah ssatu dari
perubahan kondisi masyarakat memberikan dampak pada semakin banyaknya jumlah
kuantitas pengguna jilbab. Diberbagai kalangan, tak terkecuali selebritis,
jilbab semakin lazim untuk digunakan, oleh siapapun dan kapanpun. Bahkan pada
saat ini jilbab telah banyak dikenakan pada acara-acara resmi. Demikian pula
disejumlah perguruan tinggi, hampir seluruh mayoritas mahasisiwi muslimahnya
menggunakn jilbab jika berangkat kuliah ke kampus. Sehingga fenomena penggunaan
jilbab tidak hanya dilihat pada kampus-kampus yang berlabelkan islam tapi diperguruan
tinggi umum, baik negeri dan swasta jilbab sudah banyak digunakan oleh mahasiswi
muslimah. Bahkan dapat dipastikan hampir seluruh mahasiswi muslimahnya sudah
menggunakan jilbab. Mahasiswi merasa sangat malu jika kuliah di kampus tidak
menggunakan jilbab yang menutupi kepalanya, meskipun rumah dan di kost serta
pada saat menerima tamu laki-laki yang bukan mahram,jilbab tidak selalu
dikenakannya.



0 komentar:
Posting Komentar